{"id":8692,"date":"2022-10-31T02:13:05","date_gmt":"2022-10-31T02:13:05","guid":{"rendered":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/?p=8692"},"modified":"2022-10-31T02:31:10","modified_gmt":"2022-10-31T02:31:10","slug":"nepenthes-ampullaria-kantung-semar-yang-tidak-benar-benar-karnivor","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/?p=8692","title":{"rendered":"Nepenthes ampullaria, Kantung Semar yang Tidak Benar-benar Karnivor"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nepenthes merupakan salah satu jenis tanaman karnivora yang telah dikenal cukup lama oleh masyarakat. Tanaman ini dikenal dengan sebutan kantong semar karena memiliki kantong seperti perut semar yang membuncit. Terdapat lebih dari 170 spesies Nepenthes yang masing-masing memiliki bentuk kantong yang berbeda. Variasi tersebut dimungkinkan karena perbedaan strategi dalam pencarian dan penyerapan nitrogen (Moran <em>et al<\/em>., 2010).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Nepenthes ampullaria <\/em>merupakan salah satu tumbuhan koleksi di Kebun Raya Baturraden. Kantong semar ini tersebar di Thailand, Semenanjung Malaka, Singapura, Sumatra, Kalimantan, Maluku, hingga New Guinea (McPherson, 2009). Status kelangkaan dari kantong semar ini adalah <em>Least Concern <\/em>(LC) (Clarke, 2018).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri morfologi yang teramati dari jenis ini yaitu memiliki bentuk daun melanset. Warna daunnya hijau. Menurut Meriko (2012), batangnya berbentuk silindris, tegak atau memanjat, mempunyai bulu-bulu halus berwarna kemerahan sampai ke pucuk, menjalar, tingginya dapat mencapai lebih dari 6 m, mempunyai ruas dengan panjang 2-8 cm. Kantong berukuran pendek, membulat, dengan penutup kantong berbentuk seperti topi terbalik. Kantong sulit ditemukan pada batang memanjat, sedangkan pada bagian roset serta batang tegaknya didapatkan kantong berjumlah banyak dan tersusun rapat.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-1024x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8693\" srcset=\"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-1024x1024.jpeg 1024w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-300x300.jpeg 300w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-150x150.jpeg 150w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-768x768.jpeg 768w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-250x250.jpeg 250w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-400x400.jpeg 400w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-600x600.jpeg 600w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40-100x100.jpeg 100w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-08.00.40.jpeg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kantong <em>N. ampullaria<\/em> memiliki warna bibir kantong bervariasi yaitu kuning, hijau dan merah. Kantong berbentuk roset dan kantong bawah berwarna hijau dengan bintik-bintik merah dengan sayap yang lebar; bentuknya bulat seperti teko, berwarna hijau kekuningan dengan bercak-bercak coklat, tingginya 3-12 cm, tutup kantong posisinya berlawanan arah atau terbalik sehingga di dalam kantong banyak terdapat air.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"550\" height=\"351\" src=\"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-09.27.18.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8700\" srcset=\"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-09.27.18.jpeg 550w, http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-31-at-09.27.18-300x191.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 550px) 100vw, 550px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Morfologi kantong seperti itu diketahui berkorelasi dengan perilaku \u2018memakan\u2019 dari <em>N. ampullaria<\/em> yaitu \u2018memakan\u2019 serasah yang jatuh ke kantongnya. Selain bentuk kantong, bagian-bagian kantong yang sering terlibat dalam penangkapan serangga seperti kelenjar nektar, lapisan lilin, dan <em>lunate cell<\/em> terbilang jarang atau tidak ada (Clarke &amp; Moran, 2001).&nbsp;Oleh sebab itu, <em>N. ampullaria<\/em> menyerap lebih sedikit nitrogen dibanding spesies Nepenthes lainnya. Laju penyerapan nitrogen (berupa amonia) menjadi lebih lambat namun stabil. Oleh sebab itu, kantong dari <em>N. ampullaria <\/em>memiliki jangka hidup yang lebih panjang dibanding spesies Nepenthes lainnya (Moran <em>et al<\/em>., 2010).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cairan di dalam kantong <em>N. ampullaria<\/em> memiliki nilai pH yang tinggi. Cairan yang basa tersebut mempengaruhi kinerja enzim-enzim yang terlibat dengan pencernaan kantong semar (Saganova <em>et al<\/em>., 2018). Hal ini diduga terkait dengan simbiosis kantong semar ini dengan infauna di dalamnya (Moran <em>et al<\/em>., 2010). Infauna yang dimaksud adalah hewan-hewan kecil seperti larva nyamuk dan bakteri yang mencerna serasah menjadi senyawa nitrogen untuk diserap (Clarke &amp; Moran, 2001). Keadaan tersebut secara tidak langsung membuat infauna dapat bertahan hidup di dalam kantong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun demikian, <em>N. ampullaria <\/em>belum benar-benar menjadi tumbuhan detritivor. Enzim yang berperan dalam pencernaan seperti nepenthesin protease masih disintesis dalam kantong walau tidak bekerja seaktif kantong semar lainnya seperti <em>N. rafflesiana<\/em> (Athauda <em>et al<\/em>., 2004; Gilbert <em>et al<\/em>., 2022).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menarik sekali bukan? Kalau Sobat Kebun Raya ingin melihat langsung seperti apa bentuk kantong semar ini, yuk datang ke Kebun Raya Baturraden!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\"><strong>Daftar referensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Athauda, S.B.P., Matsumoto, K., Rajapakshe, S., Kuribayashi, M., Kojima, M., Kubomura-Yoshida, N., Iwamatsu, A., Shibata, C., Inoue, H., &amp; Takahashi, K. 2004. Enzymic and Structural Characterization of Nepenthesin, A Unique Member of A Novel Subfamily of Aspartic Proteinases. <em>Biochemistry Journal<\/em>, 381, pp. 295\u2013306.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Clarke, C.M. &amp; Moran, J.A. 2001. <em>Ecology<\/em>. Kinabalu : Natural History Publication.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Clarke, C.M. 2018. Nepenthes ampullaria (Errata Version Published In 2019). The IUCN Red List of Threatened Species 2018: e.T39640A143958546. https:\/\/dx.doi.org\/10.2305\/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T39640A143958546.en. Diakses pada 25 Oktober 2022.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Gilbert, K.J., Goldsborough, T., Lam, W.N., Leong, F., &amp; Pierce, N.E. 2022. A Semi-Detritivorous Pitcher Plant, <em>Nepenthes <\/em><em>a<\/em><em>mpullaria<\/em> Diverges in Its Regulation of Pitcher Fluid Properties. <em>Journal <\/em><em>o<\/em><em>f Plant Interactions<\/em>, 17(1), pp. 956-966.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">McPherson, S.R. 2009. <em>Pitcher Plants <\/em><em>o<\/em><em>f <\/em><em>t<\/em><em>he Old World<\/em>. Poole: Redfern Natural History Productions.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Meriko, L., 2012. Biologi Bunga Tumbuhan Nepenthes (<em>N. <\/em><em>a<\/em><em>mpullaria, N. <\/em><em>g<\/em><em>racilis,<\/em> dan <em>N. <\/em><em>r<\/em><em>einwardtiana<\/em>.).&nbsp;<em>Jurnal Pelangi<\/em>,&nbsp;4(2), pp. 66-75.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Moran, J.A., Hawkins, B.J., Gowen, B.E. &amp; Robbins, S.L. 2010. Ion Fluxes Across the Pitcher Walls of Three Bornean Nepenthes Pitcher Plant Species: Flux Rates and Gland Distribution Patterns Reflect Nitrogen Sequestration Strategies. <em>Journal <\/em><em>o<\/em><em>f Experimental Botany<\/em>, 61, pp. 1365\u20131374.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Saganov\u00e1, M., Bokor, B., Stol\u00e1rik, T., &amp; Pavlovi\u010d, A. 2018. Regulation of Enzyme Activities in Carnivorous Pitcher Plants of the Genus Nepenthes. <em>Planta<\/em>, 248(2), pp. 451\u2013464.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nepenthes merupakan salah satu jenis tanaman karnivora yang telah dikenal cukup lama oleh masyarakat. Tanaman ini dikenal dengan sebutan kantong semar karena memiliki kantong seperti perut semar yang membuncit. Terdapat lebih dari 170 spesies Nepenthes yang masing-masing memiliki bentuk kantong yang berbeda. Variasi tersebut dimungkinkan karena perbedaan strategi dalam pencarian dan penyerapan nitrogen (Moran et&#8230; <\/p>\n<div class=\"clear\"><\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/?p=8692\" class=\"excerpt-read-more\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":8700,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[56,86,79,84],"tags":[],"class_list":["post-8692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kebunrayabaturraden","category-koleksi-nepenthes-kantong-semar","category-koleksi-nonanggrek","category-artikel-konservasi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8692"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8702,"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions\/8702"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8700"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}