{"id":6387,"date":"2019-05-08T04:18:11","date_gmt":"2019-05-08T04:18:11","guid":{"rendered":"http:\/\/beta.kebunrayabaturraden.id\/?p=6387"},"modified":"2021-05-03T01:52:50","modified_gmt":"2021-05-03T01:52:50","slug":"tanaman-tanaman-langka-khas-daerah-puncak-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/?p=6387","title":{"rendered":"Tanaman Langka Daerah Puncak Gunung"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi yang suka mendaki gunung pastinya kalian pernah menjumpai\ntumbuhan-tumbuhan ini kan? yap, tumbuhan ini sering dijumpai di\nketinggian lebih dari 2000 mdpl, dimana biasanya tanaman-tanaman besar\nmulai jarang dan hampir mendekati puncak gunung, langsung aja ya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Uta Onga&nbsp;(Begonia kelimutuensis)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ini dia spesies terbaru yang baru ditemukan oleh tim LIPI pada 2008.\nTanaman endemik NTT ini hanya ditemukan di Taman Nasional Kelimutu,\nsehingga oleh para ahli diberi nama Begonia kelimutuensis, sebab setelah\n diteliti tumbuhan jenis ini tak ditemukan di tempat lain di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Cantingi Ungu&nbsp;(Vaccinium varingiaefolium)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tanaman dapat ditemui di ketinggian 1500-3300 mdpl. Walaupun tumbuhan\n ini mendominasi sekitar kawah pegunungan Jawa, penelitian yang\ndilakukan untuk mengungkap potensinya masih sangat minim.Cantingi Ungu\nyang berbunga kecil putih dan akan berubah menjadi hitam ketika matang,\ndiyakini masyarakat setempat sebagai makanan para dewa<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Jamuju<\/strong>&nbsp;<strong>(Dacrycarpus imbricatus)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jamuju adalah semacam tumbuhan konifer yang sering ditemui di banyak\nwilayah di asia tenggara. Tumbuhan ini juga sering disebut \u201ckayu embun\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Edelweiss Jawa&nbsp;(Anaphalis Javanica)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tumbuhan langka ini sering disebut \u201cBunga Abadi\u201d karena tak mudah\nlayu apabila telah dipetik. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m\ndan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak\nmelebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka karena\npara pendaki sering memetik bunga ini dan membawanya turun sebagai\n\u201coleh-oleh\u201d. Ya, memang rasanya belum afdhol apabila mendaki gunung kita\n belum melihat dan memetik edelweiss.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Turuwara&nbsp;(Rhododendron renschianum)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jenis Rodondhedron ini endemik di NTT khususnya di daerah Taman Nasional Kelimutu<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6. Rhododendron javanicum<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jenis Rhodondedron ini juga endemik Indonesia, dan hanya dapat ditemui di pulau jawa dan bali.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi yang suka mendaki gunung pastinya kalian pernah menjumpai tumbuhan-tumbuhan ini kan? yap, tumbuhan ini sering dijumpai di ketinggian lebih dari 2000 mdpl, dimana biasanya tanaman-tanaman besar mulai jarang dan hampir mendekati puncak gunung, langsung aja ya. 1. Uta Onga&nbsp;(Begonia kelimutuensis) Ini dia spesies terbaru yang baru ditemukan oleh tim LIPI pada 2008. Tanaman endemik&#8230; <\/p>\n<div class=\"clear\"><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/?p=6387\" class=\"excerpt-read-more\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[56,84],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6387"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6387"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7750,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6387\/revisions\/7750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}