{"id":7842,"date":"2019-10-21T03:00:33","date_gmt":"2019-10-21T03:00:33","guid":{"rendered":"http:\/\/beta.kebunrayabaturraden.id\/?p=7842"},"modified":"2021-05-01T07:48:42","modified_gmt":"2021-05-01T07:48:42","slug":"tipe-pertumbuhan-rumpun-tanaman-bambupoaceae","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/?p=7842","title":{"rendered":"TIPE PERTUMBUHAN RUMPUN TANAMAN BAMBU(Poaceae)"},"content":{"rendered":"\n<p>Tanaman bambu menpunyai dua tipe\npertumbuhan rumpun, yaitu simpodial (clump type) dan monopodial (running type). Tipe percabangan&nbsp;<strong>s<\/strong><strong>impodial<\/strong>&nbsp;adalah suatu tipe percabang rimpang yang\nmerumpun dengan dua percabangan&nbsp; rimpang dan langsung membentuk\nrebung.&nbsp; Rimpang tidak memanjang tapi begitu tumbuh langsung tumbuh\nmenjadi rebung sehingga buluh akan mengumpul membentuk rumpun yang mengumpul\ndan rapat. Tipe percabagan bambu seperti inilah yang banyak terdapat di\nIndonesia. Tipe\npercabangan&nbsp;<strong>monopodial<\/strong>&nbsp;adalah suatu tipe pertumbuhan rimpang\nyang hanya satu dan rimpang tumbuh memanjang setelah itu baru tumbuh rebung,\nsehingga buluh akan tumbuh renggang atau jarang dan membentuk tegakan buluh\ntunggal atau tidak merumpun. Tipe percabangan jenis bambu ini banyak tumbuh di\ndaerah temperate\/ daerah 4 musim.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan penelitian\nini adalah\nuntuk mengetahui tipe-tipe pertumbuhan tanaman\nbambu yang dikoleksi Balai\nKebun Raya Baturraden. Penelitian dilaksanakan selama 2,5 bulan terhitung mulai tanggal 1\nSeptember 2019 \u2013 15 November 2019 . Bertempat di VAK III.B.I dan III.B.II\ndengan koordinat 7\u00b018&#8217;14.7&#8243;LS\ndan 109\u00b013&#8217;48.9&#8243;BT .<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"382\" height=\"132\" src=\"http:\/\/beta.kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/images.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7843\" srcset=\"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/images.jpg 382w, https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/images-300x104.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 382px) 100vw, 382px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Gambar (a) menunjukan tipe simpodial sedangkan gambar (b) menunjukan tipe monopodial . Pada tipe simpodial tunas baru keluar dari ujung rimpang (akar). Sistem percabangan rhizomnya di dalam tanah cenderung mengumpul dan tumbuh membentuk rumpun. Bambu simpodial memiliki sistem akar yang menyerupai jaring yang muncul dari akar rimpang di bawah tanah. Pada bambu tipe monopodial tunas bambu keluar dari buku-buku rimpang (akar) dan tidak membentuk rumpun. Batang dalam satu rumpun menyebar sehingga tampak seperti tegakan pohon yang terpisah-pisah .<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Alfadeo Anom Kristiawan | Kelas XII &#8211; Kompetensi Keahlian Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan  <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanaman bambu menpunyai dua tipe pertumbuhan rumpun, yaitu simpodial (clump type) dan monopodial (running type). Tipe percabangan&nbsp;simpodial&nbsp;adalah suatu tipe percabang rimpang yang merumpun dengan dua percabangan&nbsp; rimpang dan langsung membentuk rebung.&nbsp; Rimpang tidak memanjang tapi begitu tumbuh langsung tumbuh menjadi rebung sehingga buluh akan mengumpul membentuk rumpun yang mengumpul dan rapat. Tipe percabagan bambu seperti&#8230; <\/p>\n<div class=\"clear\"><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/?p=7842\" class=\"excerpt-read-more\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7844,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[84],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7842"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7842"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7848,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7842\/revisions\/7848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunrayabaturraden.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}