Peringatan Isra Miraj 1447 H / 2026 M

Peringatan Isra Miraj 1447 H / 2026 M merupakan momentum agung bagi setiap Muslim untuk melakukan refleksi mendalam atas hubungan hamba dengan Sang Pencipta. Mengangkat tema “Renungkan Iman, Ikhlaskan Hati, Cari Petunjuk Allah, Perbarui Niat untuk Keridhaan-Nya”,
1. Merenungkan Iman (Refleksi Tauhid)
Isra Miraj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ujian keimanan terhadap kuasa Allah yang melampaui logika manusia. Di tahun 2026 ini, kita diajak untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia guna merenungkan sejauh mana iman telah tertanam di dalam dada. Apakah kita sudah benar-benar yakin akan pertolongan-Nya dalam setiap langkah hidup?
2. Mengikhlaskan Hati (Penyucian Jiwa)
Sebelum Rasulullah SAW memulai perjalanan suci ini, hati beliau dibersihkan oleh Malaikat Jibril dengan air zam-zam. Makna ini mengajarkan kita bahwa untuk “naik” menemui keberkahan Allah, hati harus bersih dari penyakit iri, dengki, dan kesombongan. Ikhlas menjadi kunci agar setiap ujian hidup terasa ringan dan setiap amal diterima di sisi-Nya.
3. Mencari Petunjuk Allah (Orientasi Ibadah)
Peristiwa Miraj menghasilkan perintah salat lima waktu sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah. Di tengah ketidakpastian zaman, tema ini mengajak kita untuk menjadikan salat sebagai kompas. Melalui salat, kita mencari petunjuk (hidayah) Allah agar tidak tersesat dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan sehari-hari.
4. Memperbarui Niat untuk Keridhaan-Nya (Transformasi Diri)
Setiap tahun yang berganti menuntut kita untuk menata ulang niat. Isra Miraj 2026 adalah titik balik untuk memastikan bahwa segala pencapaian, pekerjaan, dan ibadah yang kita lakukan semata-mata hanya demi meraih rida Allah SWT (Lillahi Ta’ala). Dengan niat yang murni, lelah kita akan menjadi lillah, dan rutinitas akan bernilai pahala.